Perbedaan Antara Produk Asuransi Syariah Dengan Asuransi Konvensional

Share:
Produk asuransi syariah masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1990-an di mana kala itu produk yang berhubungan dengan dunia Islami belum begitu populer di Indonesia. Tapi seiring dengan perkembangan waktu dan makin populernya produk Islami di berbagai industri, asuransi syariah pun juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mekanisme manajemen keuangan yang berbasis hukum Islam menjadi faktor utama dari populernya asuransi syariah di Indonesia. Bagi Anda yang masih awam mengenai jenis asuransi ini, berikut adalah perbedaannya dengan produk asuransi konvensional.

Perbedaan Antara Produk Asuransi Syariah Dengan Asuransi Konvensional

Dari segi perjanjian

Praktik asuransi syariah didasarkan pada akad yang pada intinya dilakukan dengan konsep saling tolong menolong. Perusahaan asuransi hanya berlaku sebagai pengelola dana yang dimiliki oleh nasabah dan tidak berorientasi pada keuntungan. Begitu juga dengan nasabah yang memilih produk asuransi syariah, didasarkan pada niat untuk membantu sesama dan tidak mengharapkan riba. Sedangkan pada produk asuransi konvensional, perjanjian yang dilakukan antara perusahaan dengan nasabah adalah perjanjian jual beli. Perusahaan mengelola dana nasabah dengan orientasi mencari keuntungan dan nasabah mengharapkan adanya imbalan dari dana yang disetorkan.

Dari segi pengelolaan dana

Dana yang masuk ke perusahaan asuransi konvensional, atau dana yang didapatkan dari pembayaran premi oleh nasabah digunakan perusahaan untuk melakukan berbagai macam investasi yang dianggap perusahaan bisa mendatangkan keuntungan. Selain memang digunakan untuk membayar klaim nasabah. Sedangkan dana yang diterima oleh perusahaan asuransi syariah dianggap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya berfungsi sebagai perantara agar dana tersebut  bisa dikelola dengan baik, termasuk jika ada nasabah lain yang mengalami risiko sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Dari segi pembagian keuntungan

Nasabah yang membeli produk asuransi syariah nantinya akan berhak mendapatkan keuntungan dari bagi hasil yang didapatkan dari pengelolaan keuangan oleh perusahaan asuransi. Keuntungan yang didapat dari investasi perusahaan dibagikan kepada nasabah dan juga perusahaan asuransi secara merata. Sedangkan asuransi konvensional tidak ada sistem bagi hasil. Keuntungan yang didapat dari investasi perusahaan asuransi adalah milik perusahaan sepenuhnya.

Tidak ada komentar